Thama Syamdhani OB di PerwiraMedia

Panduan Upgrade Bandwidth & Tambah IP Publik di PerwiraCloud

2 min read

upgrade bandwidth tambah ip publik perwiracloud

Perlu upgrade bandwidth atau tambah IP publik di PerwiraCloud? Artikel ini memandu Anda melakukan keduanya tanpa migrasi server, tanpa downtime, dan semua konfigurasi yang sudah ada tetap utuh.

Baik Anda pengguna VPS Linux KVM maupun MikroTik CHR, prosesnya sama mudahnya. Cukup hubungi support, sebutkan kebutuhan Anda, dan biarkan tim kami yang menangani sisanya.

Prasyarat

Sebelum memulai, pastikan Anda sudah memiliki:

  • Akun aktif di PerwiraCloud
  • VPS Linux KVM atau MikroTik CHR yang sudah berjalan
  • Informasi kebutuhan bandwidth tambahan (100 Mbps, 1 Gbps, dll.)

Harga Upgrade Bandwidth & Tambah IP Publik di PerwiraCloud

Berikut daftar harga terbaru untuk upgrade bandwidth dan tambah IP publik di PerwiraCloud. Harga berlaku untuk semua tipe VPS dan MikroTik CHR.

Server Indonesia

Harga add-on untuk server di lokasi Indonesia:

LayananHarga
+1 Core CPURp 75.000 / bulan
+1 GB RAMRp 75.000 / bulan
+10 GB DiskRp 75.000 / bulan
+1 IP PublikRp 75.000 / bulan
BW Internasional +100 MbpsRp 800.000 / bulan
BW Internasional +10 MbpsRp 100.000 / bulan
BW Internasional 1 GbpsRp 6.000.000 / bulan
BW Lokal (IIX) +100 MbpsRp 250.000 / bulan

Server Singapore

Untuk server di lokasi Singapore, harga CPU, RAM, Disk, dan IP Publik sama dengan Indonesia. Tidak ada perbedaan harga antara bandwidth lokal dan internasional.

LayananHarga
+1 Core CPURp 75.000 / bulan
+1 GB RAMRp 75.000 / bulan
+10 GB DiskRp 75.000 / bulan
+1 IP PublikRp 75.000 / bulan
BW +100 MbpsRp 800.000 / bulan
BW +10 MbpsRp 80.000 / bulan
Informasi Tambahan Produk

Bagian A: Upgrade Bandwidth di PerwiraCloud

Langkah 1: Cek Bandwidth Saat Ini

Cek bandwidth Anda sekarang. Nanti setelah upgrade, bisa dibandingkan.

Untuk VPS Linux: gunakan speedtest CLI atau iperf3 ke server publik.

Untuk MikroTik CHR: MikroTik tidak punya speedtest bawaan. Anda perlu test dari perangkat client di belakang CHR menggunakan:

Catatan: /tool bandwidth-test bawaan MikroTik hanya bekerja antar sesama perangkat RouterOS, bukan ke server publik di internet.

Langkah 2: Verifikasi Bandwidth Baru

Support akan menyelesaikan upgrade dalam hitungan menit. Setelah itu, verifikasi bandwidth baru Anda:

Untuk VPS Linux:

# Speedtest CLI
speedtest

# Atau iperf3 ke server publik
iperf3 -c iperf.he.net -p 5201

Untuk MikroTik CHR: test dari perangkat client di belakang CHR menggunakan Speedtest CLI atau browser (fast.com / speedtest.net).

Bagian B: Cara Tambah IP Publik di PerwiraCloud

Langkah 1: Request Tambahan IP

Prosesnya mirip dengan upgrade bandwidth. Hubungi support PerwiraCloud dan sebutkan:

  • ID VPS Anda
  • Jumlah IP tambahan yang dibutuhkan

Biaya tambah IP publik: Rp 75.000 per IP per bulan. Region IPv4: RIPE, AFRINIC, atau ARIN (random).

Format Chat Request IP Publik
Format Chat Request IP Publik

Langkah 2: Konfigurasi IP Baru di Server

Support akan mengirimkan daftar IP tambahan. Selanjutnya, Anda perlu mengkonfigurasinya:

Untuk MikroTik CHR:

/ip address add address=IP_BARU interface=ether1

Untuk VPS Linux (Ubuntu):

# Edit netplan
sudo nano /etc/netplan/00-installer-config.yaml

# Tambahkan IP baru di addresses
addresses:
  - IP_LAMA
  - IP_BARU

# Apply
sudo netplan apply
Konfigurasi IP pada Terminal Mikrotik
Konfigurasi IP pada Terminal Mikrotik

Langkah 3: Verifikasi IP Baru

Setelah konfigurasi selesai, pastikan IP baru Anda merespons:

ping ip-baru-anda

Di MikroTik CHR, cek daftar IP:

/ip address print
Verifikasi IP Address via Terminal Mikrotik
Verifikasi IP Address via Terminal Mikrotik

Bagian C: 1:1 NAT untuk IP Tambahan di PerwiraCloud

IP tambahan yang sudah aktif bisa Anda manfaatkan untuk 1:1 NAT. Fitur ini memetakan setiap IP publik ke satu client internal secara penuh (semua port 1-65535). Cocok untuk:

  • Memberikan IP publik dedicated ke pelanggan VPN
  • Port forwarding tanpa batasan
  • Memisahkan traffic keluar per client
  • Setup 1:1 NAT di MikroTik CHR

    Untuk setiap client, buat dua rule NAT: src-nat dan dst-nat.

    # Client 1
    /ip firewall nat add chain=srcnat src-address=10.0.0.2 action=src-nat to-addresses=ip-publik-ke-2
    /ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=ip-publik-ke-2 action=dst-nat to-addresses=10.0.0.2
    
    # Client 2
    /ip firewall nat add chain=srcnat src-address=10.0.0.3 action=src-nat to-addresses=ip-publik-ke-3
    /ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=ip-publik-ke-3 action=dst-nat to-addresses=10.0.0.3

    Fungsi masing-masing rule:

    • src-nat: Traffic keluar dari client menggunakan IP publik sebagai source
    • dst-nat: Traffic masuk ke IP publik diteruskan ke client tujuan

    Penting: IP Private adalah IP Tunnel

    IP 10.0.0.2, 10.0.0.3, dan sejenisnya yang Anda pakai di rule NAT bukan IP LAN internal. Itu adalah IP tunnel dari CHR ke site lokal Anda. Tunnel bisa via WireGuard, L2TP, SSTP, atau VPN Remote PerwiraMedia.

    Contoh: CHR Anda punya tunnel WireGuard 10.0.0.1/24, dan site lokal pakai IP tunnel 10.0.0.2. Maka 10.0.0.2-lah target 1:1 NAT Anda. Traffic mengalir dari CHR ke site lokal lewat tunnel tersebut.

    Yang perlu Anda tahu soal IP publik PerwiraCloud:

    • Clean IP, tanpa CGNAT, semua port 1-65535 tersedia
    • IP individual, bukan subnet, ideal untuk 1:1 NAT
    • Satu interface, tidak perlu routing tambahan

    Penutup

    Upgrade bandwidth dan tambah IP publik di PerwiraCloud tidak serumit yang Anda bayangkan. Tanpa downtime, tanpa migrasi, tanpa kehilangan konfigurasi. Semua perubahan di sisi jaringan kami tangani.

    Butuh bantuan? Hubungi support via WhatsApp.

Thama Syamdhani OB di PerwiraMedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *